Selasa, 09 April 2013

Bisnis Ikan yang menguntungkan

Bisnis Ikan yang menguntungkan

            Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan  perikanan yang dipanen, angka kematian dan efisiensi pakan. Jumlah panen dan efisiensi pakan yang tinggi, angka kematian yang rendah pada ikan, maka keuntungan yang akan diperoleh petani ikan semakin tinggi pula. Demikian pula sebaiknya, semakin tinggi angka kematian, semakin rendah jumlah ikan yang dipanen  maka keuntungan petani ikan pun akan semakin berkurang, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian bahkan membawa pada kebangkrutan usaha.
            Jumlah panen yang rendah dan angka kematian yang tinggi pada ikan dapat disebabkan karena beberapa hal, seperti bibit yang kurang baik kualitasnya, serangan penyakit, kebersihan dan sanitasi kolam yang kurang terjaga, kesalahan manajeman pemeliharaan, pakan yang kadaluarsa dan beberapa faktor lainnya. Oleh karena itu para petani ikan diharapkan dapat melaksanakan panca usaha peternakan, yaitu : pemilihan bibit yang baik, pemberian pakan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan ikan, pencegahan dan pengendalian penyakit yang kontinyu, perawatan kebersihan atau sanitas kolam yang baik, peralatan kolam yang selalu teraratur dibersihkan, dan perencanaan pemasaran yang tepat.
            PT. NATURAL NUSANTARA sebagai salah satu institusi swasta yang bergerak di bidang Agrokomplek khususnya di sektor perikanan memberikan solusi untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan, menekan angka kematian serta meningkatkan efisiensi pemberian pakan pada ikan terutama pada pengoptimalan pertumbuhan dan kesehatan ikan sehingga diperoleh ikan  yang pertumbuhannya cepat dan sehat.
KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA

Komoditas Peternak Lokasi Produksi Tambahan keuntungan Produk NASA Jumlah ternak
Sebelum Sesudah
Udang Galah Priyo Sleman, DIY Panen umur 90 hari : 75 kg
Konsumsi Pakan : 225 kg
Panen umur 90 hari : 83 kg
Konsumsi Pakan : 175 kg
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
Angka kematian hanya 100 ekor sampai umur 54 hari
TON, POC NASA, VITERNA 5.000 ekor
Luas lahan :
400 m2

Udang Windu H. Syafiq Kendal, Jawa Tengah Jarang berhasil atau panen Panen 2 kuintal dari tebar udang 20.000 ekor dengan size 25, 30 dan 40 Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
TON, POC NASA 20.000 ekor
Luas lahan :
3000 m2

Lele Zainudin Magelang, Jawa Tengah Konsumsi Pakan 35.000 ekor : 52,5 zak
Angka kematian > 10%
Konsumsi Pakan 35.000 ekor : 35 zak
Angka kematian < 3%
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
TON, VITERNA,
POC NASA, Hormonik
35.000 ekor
Lama pemeliharaan : 50 hari dari size 3-5

Gurami Suhardi Martono Bantul, DIY Angka kematian : 50% Angka kematian :
< 10%
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
Daging lebih padat dan kuat
VTN, POC NASA, Hormonik 10.000 ekor
Size : 2-3 cm
Luas lahan :
421 m2

Patin Sabri Banjar, Kalsel Panen : 6000 ekor
Bobot saat umur
 7 bulan baru mencapai 8 ons
Panen : 8000 ekor
Bobot saat umur
 7 bulan sudah mencapai 10 ons (1 kg)
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
Daging lebih padat dan kuat
Pertumbuhan lebih seragam
VITERNA,
 POC NASA,
10.000 ekor
Luas lahan :
340 m2

Ikan hias H. Barus Deli Serdang, Sumatera Utara Baru bisa panen setelah 3 bulan dipelihara Sudah bisa dipanen setelah 2 – 2,5 bulan dipelihara Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
Hasil meningkat 15-20%
Angka kemtian turun dari 100%

TON,
VITERNA
2.000 ekor


Bandeng H. Achmad Saifudin Kerawang, Jawa Barat Kepadatan ikan :
4.000 – 5.000 ekor/ha
Kepadatan ikan :
7.000 ekor/ha
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
Panen : 20 ton /ha
TON,
VITERNA
POC NASA,
5.000 ekor
Luas lahan :
15 ha
Pemeliharaan : 5 bulan

Kepiting/Sangkak Saparida Lubis Langkat, Sumatera Utara Peningkatan bobot hanya 65-75 kg
Angka kematian :
5-10%
Peningkatan bobot
95 kg
Angka Kematian :
0-5%
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
VITERNA
POC NASA, HORMONIK
6.000 ekor

Ikan Emas Sukanto Tanggamus, Lampung Produksi ikan selama 40 hari : 8,5 kuintal Produksi ikan
selama 40 hari : 10 kuintal
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
TON,
VITERNA
6.000 ekor
Luas lahan :
2.500 m2
Pemeliharaan : 40 hari

Nila Muhammad Arsyad Banjar, Kalsel Angka kematian : 50 %
Panen 1 kg isi 4 ekor butuh waktu 3,5 bulan


Angka kematian : 15 %
Panen 1 kg isi 4 ekor waktunya hanya
2,5 bulan
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan cepat,
Penghematan pakan : 12 jala hanya butuh 120 zak

VITERNA
POC NASA, HORMONIK
7.000 ekor
Umur : 2 bulan
Luas lahan :
2.500 m2
Pemeliharaan : 40 hari
Dengan sistem Keramba Jaring Apung

Pembenihan lele Tahmid Bantul, DIY Pemeliharaan
1 minggu hanya menghasilkan
1 ukuran  (size 2-3)
Induknya menghasilkan telur 50.000 bibit telur
Pemeliharaan
 1 minggu menghasilkan
2 ukuran  (size 2-3 dan 3-5)
Induknya menghasilkan telur 70.000 bibit telur
Nafsu makan meningkat,
Pertumbuhan lebih cepat
Angka kematian kecil
POC NASA,
HORMONIK
Jumlah kolam : 10 unit
Ukuran kolam pembenihan : 3 x 3 meter
Jenis Induk : Paiton
Jenis Pejantan :
Sangkuriang

1 komentar: